Makna Guru sebagai Profesi :
1. Mensyaratkan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan tertentu ( S1 ).
2. Mensyaratkan standar kompetensi tertentu :
a. Kompetensi pedagogis.
b. Kompetensi kepribadian.
c. Kompetensi sosial.
d. Kompetensi profesional.
3. Menuntut bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme.
4. Merupakan pekerjaan yang menuntut hak sekaligus kewajiban.
5. Memberikan penghasilan yang cukup (menghidupi).
6. Memiliki / memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya.
7. Memiliki kode etik profesi.
8. Memiliki organisasi yang berbadan hukum.
Identifikasi kegagalan guru :
1. Gagal untuk memenuhi standar yang ditetapkan.
2. Tergambar / diilustrasikan dengan:
a. Rendahnya prestasi siswa.
b. Ketidakmampuan untuk mengendalikan siswa.
c. Kegagalan untuk mengevaluasi tugas, tes dan ujian siswa.
d. Kurang siap dalam memberikan pelajaran.
3. Adanya keluhan terus menerus dari guru-guru lain, orang tua siswa dan masyarakat.
4. Rendahya tingkat kehadiran dan komitmen.
Hai! rekan-rekan guru, bercermin yuk...!
Disarikan dari : Pelatihan guru/kepala sekolah di Graha Insan Cita, Nov./2010
Islamic Widget
Selasa, 14 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
MATHEMATIC, SCIENTIFIC DAN CULTURAL LITERACY
Alhamdulillah meskipun melelahkan, siswa kami kelas 4 dan 5 SD Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok pada 14 dan 27 November 2010 telah sukses melaksanakan kegiatan Pentas Seni dengan judul " Jampang Jagoan Betawi " dan " Opera Joko Tingkir ". Kami para guru berharap kegiatan ini menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dan bekal bagi anak-anak. Terima kasih dan sukses untuk seluruh tim guru kelas 4 dan 5.Selamat!
Berikut ini adalah salah satu tulisan yang dapat menjadi referensi bagi para guru bagaimana menyikapi pembelajaran Seni di sekolah.
' Mathematic, Scientific & Cultural Literacy '
Tak Usah terdikotomi antara berbagai mata pelajaran, mana yang lebih penting dari pada yang lain. Mana yang lebih prestise dari yang lain, dan seterusnya. Itu perdebatan usang yang dalam paradigma baru sudah tidak berlaku. Untuk menghindari spesialisasi yang sempit, dalam bukunya Pendidikan Antisipatoris, Muchtar Buchori, menuliskan tentang informasi terakhir dari James Trevil dari Goerge Mason University, Virginia.
Dikatakan bahwa dalam era yang ditandai oleh perubahan serba cepat disemua aspek kehidupan, adalah keharusan bagi siapapun untuk memiliki Cultural Literacy & Scientific Literacy.
Cultural Literacy atau melek budaya adalah seperangkat pengetahuan umum atau ingatan kolektif yang terdapat pada suatu masyarakat, yang harus dimiliki oleh setiap orang yang terdidik.
Disadari atau tidak sering terjadi penyekatan pengetahuan. Para scientist dan humanis terbagi dalam dua budaya yang tidak saling memahami. Padahal sebenarnya keduanya bisa saling kreatif bila menguasai bahasa yang sama yaitu 'peradaban'.
Peradaban sangat bisa dicapai melalui proses berlatih berkesenian dan mengenal budaya, karena tujuan yang hendak dicapai adalah sebuah harmoni. Pembelajaran secara holistik akan menyelamatkan tata aturan manusia dengan dirinya, sesama dan dengan ciptaan Tuhan lainnya. Studi tentang Matematika, Sains dan Teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial, seni dan budaya.
Tentu kita ingin mengantarkan anak-anak ke masa depannya nanti dengan keseimbangan dan harmoni. Kalau begitu jangan pernah mementingkan satu pelajaran dibandingkan yang lain. Kalau UASBN dan Ujian Nasional hanya menilai siswa dengan mata pelajaran tertentu, kini kita paham bahwa materi lain tidak bisa saling dipisahkan dan menjadi tidak penting. Setuju? semoga.
Sumber: techers guide v.02/06.08
Minggu, 10 Oktober 2010
BERSAMA MERETAS HARAPAN MEMBANGUN BUDAYA & KARAKTER BANGSA, KEWIRAUSAHAAN DAN EKONOMI KREATIF MELALUI BELAJAR AKTIF
Keprihatinan terhadap kondisi bangsa , terutama akhlak dan budi pekerti, sama-sama kita rasakan sekarang ini. Berita mengenai korupsi, perilaku negatif oknum pejabat pemerintahan, konflik / tawuran antar kampung atau antar sekolah, penyalahgunaan narkoba sampai pergaulan bebas menjadikan kekhawatiran kita bertambah sebagai guru dan orang tua terhadap masa depan anak-anak kita. Berkaitan dengan hal tersebut pada Selasa-Rabu, 28-29 September 2010 hadir bersama di Auditorium Dian DIdaktika 17 SD dari berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia untuk mengadakan studi banding/magang bagaimana penerapan nilai-nilai Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Melalui Belajar Aktif di Sekolah Dasar Islam Dian Didaktika, Cinere-Depok yang difasilitasi oleh Kementrian Pendidikan Nasional, Pusat Kurikulum.
Sekolah yang mengikuti kegiatan ini berjumlah : 18 ( 17 SD dan 1 SMP ).
1. SDN 44 Ampenan, Mataram.
Jl. Danau Paniai No. 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
2. SDN 004 Balik Papan Utara, Kalimantan Timur.
3. SDN 114 Sako, Palembang, Sumatera Selatan.
4. SDN 2 Gandapura, Kabupaten Bireun, Aceh.
5. SDN 04 Birugo, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
6. SDN 10 Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
7. SDN Sompok 01, Semarang.
Jl. Sompok Baru No. 87, Semarang, Jawa Tengah.
8. SDN 30, Manado.
9. SDN Pacinongan, Gowa, Sulawesi Selatan
10. SDN Centre Mangalli, Gowa, Sulawesi Selatan
11. SDN Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
12. SDN Sayegan, Pundong 1, Bantul, Yogyakarta.
13. SDN 42/IX Sakean, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi,Jambi.
14. SDN No. 005 Tanjung Pinang Timur.
Jl. Sultan Sulaiman Km 5, Kepulauan Riau.
15. SDN No. 015, Bukit Bestari.
Jl. MT Haryono Km. 3,5, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
16. SDN Kepuh Kiriman 1, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
17. SDN Sedati Gede II, Kecamatan Sedati.
Kabupaten Sidorajo, Jawa Timur.
18. SMP Al Falah, Delta Sari, Waru.
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat.
Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah dan oleh karenanya dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pimpinan sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.
Ada 18 nilai yang diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Berikut adalah nilai-nilai yang dikembangkan dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa:
- Religius
- Jujur
- Toleransi
- Disiplin
- Kerja Keras
- Kreatif
- Mandiri
- Demokratis
- Rasa Ingin Tahu
- Semangat Kebangsaan
- Cinta Tanah Air
- Menghargai Prestasi
- Bersahabat/Komuniktif
- Cinta Damai
- Gemar Membaca
- Peduli Lingkungan
- Peduli Sosial
- Tanggung-jawab
Selanjutnya karena muatan kurikulum di sekolah sudah cukup banyak, maka pengintegrasian nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di sekolah yaitu :
a) Berkelanjutan (melalui pembiasaan & keteladanan)
b) Terintegrasi dalam setiap mata pelajaran
c) Nilai tidak diajarkan tetapi dikembangkan
d) Proses pendidikan dilakukan siswa secara aktif dan menyenangkan
Alhamdulillah acara selama 2 hari yang dibuka oleh Ibu Tatik Wijayati, M.Pd (Kasie Bina Lembaga Dinas Pendidikan Kota Depok) dan juga dihadiri oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cinere berjalan dengan lancar. Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Yayasan Dian Didaktika Ibu Dra. Hj. Nunuk Murdiati Sulastomo menyampaikan bahwa keluarga besar Dian Didaktika bersyukur dan wellcome terhadap kegiatan ini, karena sejak awal pendiriannya Dian Didaktika sudah concern terhadap pentingnya pendidikan Budi Pekerti. Semoga kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, Amiin.
Berikut ini beberapa kesan dan pesan dari peserta terhadap kegiatan tersebut :
PUISIKU UNTUKMU
IBU SUTIANA, SDN SEDATI GEDE II, SIDOARJO, JAWA TIMUR
Rabu, 29 September 2010
Kalau aku merantau
Lalu datang padamu
Dalam hati kesejukan
Senyum cantik menyingsing dari bibirmu
Yang tetap kukenang dalam hidupku
Kalau aku merantau
Aku meronta pada semangatmu
Di SD Islam Dian Didaktika inilah
Ada mayang sari yang memutikkan sari-sari kerinduan
Lantaran aku menemukan nilai-nilai kesopanan dan mutiara hati dalam pertapaanmu
Nilai dan mutiara inilah yang tertanam dihatiku…
Kenang-kenanglah aku Ibu …
Yang hanya menaburkan benih cinta kasih yang tulus
Tidak bisa membalas apapun
Dari lubuk hati yang dalam
Maaf-maaflah aku jika terselip kesalahan
Tetesan air mataku untukmu
Semoga…
Suratmi, S.Pd ( Kepala SDN 04 Balik Papan Utara, Kalimantan Timur ) :
“ Saya sebelumnya tak pernah membayangkan keadaan sekolah ini. Ternyata setelah melihat langsung, saya sebagai guru yang sudah bertugas selama sekitar 27 tahun tidak ada apa-apanya. Dari kunjungan selama 2 hari banyak sekali ilmu yang saya peroleh. Melihat kondisi sekolah, para guru dan siswa semua menyenangkan. Mudah-mudahan ilmu yang saya peroleh disini dapat saya terapkan dan dapat merubah cara pembelajaran saya sebelumnya dan dapat saya informasikan ke teman-teman guru di sekolah”.
Femmy Onibala, S.Pd ( Kepala SDN 30 Manado ):
“ Syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk menimba ilmu di SDI Dian Didaktika. Dan nampak keberhasilan penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Kewirausahaan & Ekonomi Kreatif Melalui Belajar Aktif di SD ini nyata dan terintegrasi “.
Sholeh, S.Pd ( SDN 42/IX Sakean, Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, Jambi ) :
“ Lingkungan SDI Dian Didaktika secara utuh adalah salah satu SD Best Practise yang sangat mengesankan dalam penerapan pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa “.
Masdalina Raimar, S.Pd ( SDN Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ):
“ Bagi saya sekolah yang Ibu pimpin sangat luar biasa, kami sangat terkesan sekali dengan penyambutan yang diberikan kepada kami, sangat santun dan ramah, baik yayasan, guru, staf dan siswanya “.
Minggu, 15 Agustus 2010
PARENTS CONFERENCE
Tahun ajaran baru adalah semangat baru. Proses belajar mengajarpun direncanakan makin menyenangkan dan efektif mencapai target-target kurikulum. Hal tersebut dilakukan setelah melalui tahap pembekalan guru melalui pelatihan, pembenahan kurikulum dan rapat kerja guru. Diacara parent conference atau biasa disebut open house seluruh wali kelas di SDI Dian Didaktika juga mengajak para orang tua untuk melakukan simulasi kegiatan pembelajaran di kelas masing-masing pada kegiatan parents as a learner. Disini Bapak/Ibu guru menapilkan kepiawaiannya mengajar dan melakukan presentasi. Jadi open house adalah selling by your self. Karena kesiapan guru tentu saja menjadi barometer kesiapan sekolah. Maju terus Dian Didaktika !
(dari kegiatan Open House SDI Dian Didaktika 17 & 24 Juli 2010)
(dari kegiatan Open House SDI Dian Didaktika 17 & 24 Juli 2010)
Senin, 19 Juli 2010
Semangat dan Harapan
Memelihara semangat dan harapan untuk terus menjadi lebih baik ditahun-tahun mendatang. Semangat kebersamaan, adalah awal dari sebuah kesuksesan. Tak ada yang dapat memainkan simfoni seorang diri, dibutuhkan sebuah orkestra untuk memainkannya. Seperti menghadapi tantangan, diperlukan keberanian dan kecekatan untuk memainkannya.Dan sebuah tim yang sukses adalah sebuah kelompok dengan banyak tangan namun satu pikiran. Datang bersama adalah sebuah awal, tetap bersama adalah suatu kemajuan, bekerjasama adalah sebuah keberhasilan.
( Dari : N. Singh, Bill Bethel, Henry Ford )
Salah satu dari sekian rangkaian upaya yang telah kami lakukan bersama, semoga Allah SWT meridhoi, Amiin.
Minggu, 04 Juli 2010
Jalan-jalan ke Museum Geologi & Saung Angklung Udjo Bandung
Setelah makan siang yang dipesan dari rumah makan Ampera, selanjutnya seluruh peserta diajak berkunjung ke Saung Angklung Udjo di Jl. Padasuka No. 118 Bandung, Jawa Barat, Telp. +62 22 727 1714.
1. Demonstrasi wayang golek
2. Helaran
3. Tari Topeng
4. Calung
5. Arumba ( alunan rumpun bambu )
6. Angklung mini
7. Angklung padaeng / angklung do re mi
8. Bermain angklung bersama
9. Angklung orkestra
10.Angklung jaipong
11.Menari bersama
Tak lengkap bila rekreasi ke kota Bandung tanpa disertai wisata belanja. Dan untuk itu rombongan mengakhiri kunjungannya kekota ini setelah berbelanja di Prima Rasa dan Cihampelas.
Alhamdulillah, sampai jumpa lagi tahun depan! Amiin.
Jumat, 02 Juli 2010
Perjalanan Pecinta Pendidikan
Bertepatan dengan tasyakuran 69 th Ibu Dra. Hj.Nunuk Murdiati Sulastomo, 17 Juni 2010 di gedung Granadi diluncurkan sekaligus dibedah buku karya beliau " Srambled Egg is Delicious " yang diterbitkan oleh penerbit Kompas Gramedia. Ibu yang juga menjadi pembina beberapa sekolah, salah satu diantaranya Yayasan Dian Didaktika menuliskan catatan perjalanan dalam menjalani kehidupan di ranah pendidikan dan sosial yang ingin dibaginya kepada sahabat, teman serta siapa saja yang mencintai pendidikan dan kegiatan sosial. Pada acara tersebut buku ini dibedah oleh Letjen (Purn) H. Moetojib dan Ijte Chitijah MA, dengan moderator Drs. Ahmat Toha. Berikut beberapa kesan untuk Ibu Nunuk yang dituliskan dibuku tersebut :
Prof. Conny R. Semiawan : "Sebagai cucu dari kedua kakek neneknya yang berkecimpung dalam dunia pendidikan putra-putri dari keluarga yang orang tuanya bekerja sepanjang hari, mereka Al dan Emil menunjukkan perilaku yang berkekuatan spiritual, pengendalian diri dan berkepribadian positif. saya hanya dapat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pembentukan akhlak serta perkembangan kecerdasan cucu-cucu saya oleh para pendidik di Sekolah Dian Didaktika".
Brigjen (Purn) H. Soemarno Soedarsono : " Ada 6 ciri kepribadian seorang yang berkarakter dan berhasil dalam uahanya yaitu 1. Kreatifitas, 2.Integritas, 3.Abundance, 4. Percaya diri, 5.Idealisme, dan 6. Kompetensi. Dari 6 ciri ini dipenuhi oleh ibu Nunuk. Kiranya setiap pembaca buku ini bisa menarik pelajaran apa yang dicontohkan oleh Ibu Sulastomo".
Ibu Sumi, Ka SDI Dian Didaktika : " Ibu Nunuk dan para perintis berdirinya Sekolah Dian Didaktika adalah Climbers, seorang yang setia kepada prinsip-prinsip etikanya dan memiliki motivasi spiritual, yaitu jujur, amanah, adil, ikhlas, disiplin, bekerja keras, rela berkorban, terbuka menerima perubahan dan memiliki visi jauh kedepan. Dan hal itulah yang membuat Dian Didaktika sampai diusianya yang ke 25 tahun ".
Didalam buku ini pembaca juga bisa mendapatkan : Tips pendidikan dan Budi Pekerti, Kunci sukses sebuah yayasan pendidikan, aneka tips kesehatan, kumpulan konsultasi pendidikan yang ditulis Ibu Nunuk di majalah Amanah, dsb.
Selamat ulang tahun Ibunda, semoga dikarunia umur yang berkah, amin.
Langganan:
Postingan (Atom)

