Islamic Widget

Rabu, 20 November 2013

SUMIATI KEPALA SEKOLAH TELADAN KOTA DEPOK

 



26  IWARTADEPOK   - SEPTEMBER 2013

KIPRAH   PEREMPUAN
SUMIATI KEPALA SEKOLAH TELADAN KOTA DEPOK

      “ Apabila bersungguh-sungguh,    maka Allah  SWT pasti akan memberikan  jalan keberhasilan,  man jadda wa jadda ".ltulah salah satu moto  hidup Sumiati, Kepala SD Islam Dian  Didaktika.  Atas kerja keras dan usahanya  dalam mendorong kernajuan  prestasi siswa dan sekolah yang dipimpinnya,  Sumiati terpilih  menjadi  kepala sekolah teladan  Kota Depok  tahun  2013.Ia turut  menghantarkan   SD Islam Dian Didaktika  meraih  Best Practice pendidikan karakter  tingkat nasional  oleh Pusat Kurikulum Kemendiknas  tahun  2010. Tak hanya itu, saat Ujian Nasional  (UN), nilai siswa Sumiati selalu berada di atas angka 8 serta menyabet  predikat juara I lomba Sekolah Sehat Kota Depok.

                  "Saya sangat bersyukur, berkat kerja keras dan kesungguhan dalam berusaha, akhirnya      
      kami membuahkan hasil. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus 
    Yayasan  Dian Didaktika, para guru dan karyawan atas dukungan serta do'a sehingga berhasil 
     menjadi  juara". imbuh Sumiati yang sebelumnya juga terpilih sebagai Kepala Sekolah teladan  
     di   Kecamatan Cinere.




             Ibu  tiga  anak  itu  rnengatakan,     ia mengawali karir sebagai guru  pada tahun 1999  di Sekolah Dasar  Al-Muhajirin   Depok  1. Kemudian akhir tahun  1999, ia pindah rnengajar  di SDI Dian Didaktika.  Perernpuan  kelahiran  Jakarta, 28 Agustus  1972 ini pun  rnengaiar  di kelas 2 dan kelas 3 sebagai guru  kelas dan di kelas 6 sebagai guru mata pelajaran  IPA. Ia pun senantiasa mengantarkan   siswanya bersiap menempuh   UN.

           Atas ketekunan  dan kesabarannya, Sumiati sernakin disukai siswanya, terutama  saat mcnyarnpaikan   pelajaran.  Sumiati juga dikenal sosok bersahabat  dengan  siswanya, sehingga membuat mereka  nyaman  dan semangat  untuk meraih  sukses.Tak  ayal, prestasi  derni prestasi pun diraihnya.  Berkat keberhasilannya   dalam mendidik  siswa, maka tahun  2009 Sumiati diangkat  menjadi  kepala sekolah, Hal itu pun, menarnbah  motivasi  Sumiati  untuk  terus
rnemberikan  yang terbaik  bagi peserta  didik dan lembaga ternpatnya  bekerja.
"Bekerja sebagai pendidik  bcrarti  ikut mempersiapkan   masa depan  anak-anak
dan sekaligus masa depan  bangsa ini," tutur perempuan   Iulusan  S1 FMIPA IKIP  Jakarta itu. Di kalangan sesama guru, Sumiati dikenal sebagai sosok yang senang belajar, kreatif visioner, berani, tegas tetapi sekaligus rendah  hati dan bersahabat,  Hubungan  yang baik dengan  para guru, kedekatan  dengan  siswa, dukungan  dan kepercayaan  dari Yayasan Dian Didaktika  serta orangtua  siswa jadi modal besar baginya  untuk mendulang prestasi. "Lingkungan  sekolah tempat  saya mengajar sangat kondusif.  Hal ini yang mendukung   saya untuk  terus  memberikan   layanan  pembelajaran terbaik  bagi para siswa untuk  mendapatkan prestasi sesuai minat dan bakatnya," paparnya.

          Sumiati menambahkan,   keberhasilannya   itu juga tak lepas dari dukungan  Dinas  Pendidikan Kota Depok,  Dukungan  tersebut  ia rasakan  sangat membantu   untuk  berkompetisi   di tingkat provinsi Jawa Barat. Setelah berhasil  menjadi juara  1 sebagai    Kepala Sekolah  teladan tingkat  kota Depok, Sumiati mewakili  Kota Depok  mengikuti kompetisi  kepala sekolah teladan tingkat  Propinsi Iawa Barat. Surniati berhasil  meraih peringkat  ke-5 dari 26 peserta  tingkat kabupaten/kota  seJawa Barat.


SEPTEMBER 2013 - WARTADEPOK     I 27 




Minggu, 20 Maret 2011

POSITIF THINKING

Akhir minggu ini di sekolah kami SD Islam Dian Didaktika tidak ada kegiatan (biasanya hampir disetiap Sabtu selalu ada saja kegiatan ko kurikuler yang dilaksanakan) karena minggu ini memang siswa kelas 1-5 baru saja melaksanakan Mid Test Semester 2, sedangkan kelas 6 Senin besok baru akan melaksanakan Try Out persiapan UN. Memanfaatkan leisure time in this week alhamdulillah sampailah tulisan ini di blog setelah fakum mengup load dibulan Februari karena padatnya kegiatan di sekolah. Semoga bermanfaat berikut  ini sebuah motivasi yang diinspirasikan oleh sebuah artikel di harian Republika.

Mimpi dapat kita gapai, kendati untuk meraihnya kadang tidaklah mudah. Begitu banyak tantangannya. Namun demikian selama kita percaya pada mimpi-mimpi itu maka akan terbuka kemungkinan untuk mewujudkannya. Salah satu hambatannya kita sering terbentur dengan pikiran negatif orang-orang di sekeliling kita. Kita umumnya kesulitan menghentikan / menghilangkan pikiran negatif, dan ini pasti akan menjadi hambatan. " Saat akan ujian kita begitu cemas dan mengatakan tidak bisa, maka biasanya kita akan diserang rasa mules dan akhirnya betul-betul tidak bisa ujiannya." demikian Dr. Rose Mini dalam sebuah seminar. Lanjutnya, alasan yang menyebabkan manusia kerap melakukan hal itu adalah karena kita selalu mendambakan berada dalam kondisi nyaman dan menyenangkan. Namun hal ini tidak dapat selalu hadir. Manusia pasti akan bertemu dengan situasi yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Dan solusinya adalah dengan cara mengendalikan pikiran, karena pikiran bisa mengubah perasaan yang tidak nyaman menjadi nyaman.

" Anda akan menjadi apapun yang sering anda pikirkan tentang diri anda." ( Jhon Kehoe ). Berpikir positif akan melahirkan tindakan positif. Segala sesuatu di dunia ini memiliki sisi positif dan negatif. Jadi tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan berpikir positif adalah sesuatu yang harus diupayakan sendiri. Mengubah lingkungan yang sudah punya pikiran tertentu sulit dilakukan, apalagi bila kita sendiri tidak mau memulainya dengan lebih dahulu berpikir positif. Maka jangan berharap banyak dari orang lain. Ubahlah diri sendiri dulu. Jangan membiarkan resiko negatif mempengaruhi diri. Kita harus berani menjalani hidup.

Siapkah kita berubah?
Jika ingin menjadi orang yang senantiasa positif thinking mari mulai dengan hal-hal berikut ini :
  • Melihat masalah sebagai tantangan
  • Mampu menerima keadaan dengan besar hati
  • Berpikir terbuka
  • Membuang pikiran negatif
  • Bersyukur dengan apa yang dimiliki
  • Tidak mendengarkan gosip
  • Memakai bahasa positif, termasuk body language
  • Peduli pada diri sendiri
When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it  ( Paulo Coello dalam bukunya The Alchemist ).

Nah berikut ini adalah tips bagaimana kita memusatkan kekuatan diri kita :
  • Cobalah selalu menjaga harapan positif
  • Lakukan afirmasi : lihat diri sendiri secara positif
  • Membuat pernyataan yang bersifat positif  terhadap  pihak lain
  • Tidak kaku 
  • Menyesuaikan diri dengan kenyataan yang terhampar
  • Selalu melihat sisi manfaat & keuntungan dari setiap kondisi atau pekerjaan yang menimpa
  • Fokus pada kelebihan diri
  • Fokus pada apa yang bisa diperbaiki (jangan cemas pada apa yang belum tentu terjadi).
Jadi...jangan ragu, coba saja dulu bila ingin mencapai hasil yang positif ! " Be positive."

Senin, 31 Januari 2011

KIAT-KIAT MENGKODISIKAN ANAK MENGHADAPI UASBN

Auditorium SD Islam Dian Didaktika
Sabtu, 29 Januari 2011
Angkatan 20

Sekitar 4 bulan menjelang UASBN, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kami mengajak orang tua murid untuk bekerjasama mempersiapkan ananda menghadapi ujian. Dan tahun ini adalah tahun kedua  Kepala Sekolah menyampaikan Kiat-Kiat Praktis  Mengkondisikan Anak Menghadapi UASBN selain informasi lain yang bersifat teknis berkaitan dengan pelaksanaan ujian. Hadirnya sekitar 100 orang tua murid pada acara kali ini menunjukan demikian besarnya antusiasme orang tua murid untuk  mendukung putra-putrinya menghadapi ujian pada  10,11 & 12 bulan Mei  nanti. Semoga Allah SWT meridhoi. Dan berikut ini adalah kiat-kiat tersebut:

1.    Kondisikan anak secara psikologis agar selalu tenang, tidak panik dan tidak menjadikan   UASBN sebagai beban. Membangkitkan kesadaran dan kedewasaan diri bahwa mempersiapkan diri menghadapi UASBN adalah sama dengan menentukan masa depannya sendiri.
2.    Yakinkan kepada anak bahwa UASBN merupakan hal biasa yang harus dihadapi oleh setiap siswa. Dan akan mampu melaluinya bila jika ada kesadaran dari dirinya untuk belajar tekun.
3.   Upayakan orang tua dapat menciptakan iklim rutinitas kehidupan anak dengan hal-hal yang menyenangkan.
4.    Hindari anak dari aktivitas rutin yang sekiranya dapat menurunkan tingkat kesehatan dan keselamatannya menjelang datangnya waktu UASBN.
5.   Deteksi pola perilaku anak selama berada disekolah agar tidak memiliki konflik dengan teman-temannya.
6.    Bantu anak dalam memecahkan masalah pribadi ( musuh disekolah, masa puber ) dengan cara mengajak berbicara secara terbuka dan demokratis.
7.    Dampingi dan kontrol kualitas belajar mandiri anak selama berada di lingkungan rumah.
8.   Tidak memaksakan anak belajar dengan menambah waktu belajar yang tidak proporsional.
9.    Tidak merendahkan, memojokkan atau membandingkan anak secara berlebihan sehingga malah membuat percaya diri anak menjadi turun.
10. Jauhkan / hindari anak dari masalah atau perpecahan orang tuanya.
11. Ajak anak sholat Dhuha dan sholat 5 waktu, berdo’a secara khusus untuk keberhasilan dalam UASBN.
12. Bantu anak dengan dukungan  ibadah  ruhiyah ( sholat Dhuha, puasa Senin-Kamis,Qiyamullail) dari kedua orang tuanya. 

Referensi: Tulisan Drs. Otib Satibi Hidayat, M.Pd

Selasa, 28 Desember 2010

APA YANG DILAKUKAN SEKOLAH-SEKOLAH YANG EFEKTIF?

 1. Perekrutan Guru yang Berkualitas.
  •  Sekolah memiliki otonomi dalam  perekrutan guru.
  •  Mengiklankan dan memilih  guru yang terbaik.
  •  Melatih sendiri dengan bekerjasama dengan lembaga  pendidikan yang kredibel.
  •  Melatih, memonitor dan mendukung guru baru.
  •  Menyediakan pengembangan profesi yang terarah dan      kesempatan pengembangan karir. 
    2. Meningkatkan Kualitas Proses Belajar
•Menyediakan lingkungan belajar yang merangsang anak untuk belajar.
•Menyediakan kurikulum yang terencana dengan sangat baik .
•Memiliki harapan yang tinggi dalam belajar dan mengajar.
•Memonitor kualitas pembelajaran dan kinerja guru.
•Memfokuskan pengembangan profesi yang  dapat meningkatkan pengajaran.
•Meminta pendapat siswa dan orang tua.
3.Mendorong Kesuksesan Bagi Setiap Siswa
•Menciptakan budaya yang mengharapkan kesuksesan.
•Membuat belajar menjadi spesifik .
•Menilai dan memantau progres setiap siswa dengan memberi target belajar dan dukungan jika dibutuhkan.
•Mengevaluasi kualitas dan efektifitas atas segala hal yang telah dilakukan sekolah secara berkesinambungan.
•Bekerja sebagai tim yang konsisten.
•Belajar dari sekolah lain.
Dikutip dari materi workshop yang diikuti penulis pada "Pedagogical Leadership Workshop," 27/12/2010 
oleh Ratih Saraswati Ka.KB/TK/SD Sekolah Ciputra Surabaya.